Santri berprestasi TPQ-Madin Urwatul Wutsqo
Setiap 3 bulan sekali, Santri TPQ Urwatul Wutsqo menghadapi Ujian Kenaikan Kelas dan Ujian Tengah Kelas (Kenaikan Kelas MADIN diadakan 6 bulan sekali) untuk santri MADIN Urwatul Wutsqo. Dalam setiap ujian santri di evaluasi bacaan mengaji dan materi penunjangnya (red:hafalan/materi tambahan). Santri juga harus mengikuti ujian praktek yang ada pada tiap-tiap kelas misalnya Praktek Wudhu / Sholat / Adzan dan lain-lain untuk menentukan kenaikan Kelas. Selain itu, penentuan kenaikan kelas juga diambil dari presensi kehadiran santri dan nilai santri dalam mengikuti Sholat Ashar berjama'ah. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur'an namun juga bisa menerapkan materi-materi yang telah disampaikan oleh ustadz-ustadzah dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengikuti UKK untuk TPQ dan UTK untuk MADIN, santri akan mendapatkan libur untuk persiapan periode ajaran baru dan penerimaan santri baru. Setelah liburan, santri masuk dengan didampingi oleh orang tua untuk mengambil rapor. Setiap sebelum pembagian rapor, santri-santri berprestasi akan dipanggil dan mendapatkan hadiah sebagai apresiasi dan motivasi belajar santri selama di TPQ-MADIN Urwatul Wutsqo. Santri berprestasi dibagi menjadi 4 kategori yaitu Peringkat I, II, III dan Santri Aktif. Santri Aktif dipilih berdasarkan presensi kehadiran santri selama 1 periode (3 Bulan).
Pertemuan Wali Santri dalam pembagian Rapor
Dalam setiap pertemuan wali santri, wali santri dapat mengetahui bagaimana keadaan putra-putrinya selama di TPQ-MADIN sekaligus konsultasi maupun memberi kritik dan saran terhadap TPQ-MADIN melalui wali kelas masing-masing. Dengan demikian, komunikasi antara dewan asatidz dan wali santri diharapkan tetap berkesinambungan.
Setelah pembagian rapor, wali santri akan mengetahui hasil belajar santri dan tidak menutup kemungkinan bahwa putra/putrinya ada yang dinyatakan naik dan tidak naik. Santri yang dinyatakan tidak naik kelas terdapat berbagai pertimbangan yaitu karena standart kenaikan kelas yang belum terpenuhi, misalnya membaca masih belum lancar ataupun materi penunjang dan praktek-praktek belum tercapai, sehingga apabila dinaikkan ke kelas selanjutnya maka santri akan menjadi kesulitan dan mematahkan semangat belajarnya. Hal tersebut tentu membuat kekhawatiran tersendiri baik bagi santri maupun wali santri.
Santri tidak naik kelas bukan berarti hancur masa depannya, santri akan mengulang di kelas yang sama untuk mematangkan segala sesuatu yang diajarkan di kelas tersebut. 3 Bulan berada di kelas yang sama kembali, mengikuti ujian yang sama kembali untuk menjadikan santri lebih siap berada di kelas selanjutnya. Setelah santri dinyatakan siap baik bacaannya, materi penunjangnya dan materi praktenya maka santri tersebut akan naik ke kelas selanjutnya. Dalam menghadapi kasus ini kuncinya adalah tetap semangat yang terus di pupuk bagi santri, dukungan lebih dan tak terhingga dari orang tua / wali santri dan para ustadz-ustadzah.
Santri yang dinyatakan naik kelas maka akan menghadapi tantangan yang sedikit lebih "berat" dari kelas sebelumnya. Beberapa santri mungkin akan menyerah di tengah jalan atau tetap melanjutkan sampai akhir kelas. Namun jika santri senang menjalaninya, tetap semangat tanpa batas dan memperoleh dukungan luar biasa dari orang tua / wali santri maka segalanya akan terasa mudah dan baik-baik saja hingga lulus MADIN.
Mengaji itu menyenangkan. Semoga santri TPQ-MADIN Urwatul Wutsqo menjadi santri yang sholih dan sholihah dan tetap semangat mengaji di era globalisasi ini.. aamiin


Komentar
Posting Komentar